Sabtu, 22 Oktober 2011

Sinopsis The Princess's Man Eps. 12


The Princess' Man Eps. 12




Dendam atas kematian ayahnya membuat Seung Yoo memiliki kekuatan yang luar biasa, ia kembali bangkit, temannya sesama tawanan sampai tercengang melihat kekuatan Seung Yoo. Kawanan penjahat sangat marah mengetahui salah satu pemimpin mereka tewas terbunuh.

Se Ryung masih bersedih mengingat saat-saat terakhir bersama Seung Yoo di dalam penjara. Laki-laki itu memancarkan kemarahan yang luar biasa padanya,dan menganggapnya sebagai musuh. Akhirnya Se Ryung memutuskan menerima lamaran Shin Myun, P Sooyang sangat bahagia mendengarnya.
Seung Yoo dan pria itu, ternyata ia bernama Jo Seok ju, diantara mereka mulai tercipta saling pengertian. Seok ju bisa melihat dendam di dalam diri Seung Yoo. Ia memberi nasehat pada Seung Yoo: 'Gunakan hasrat balas dendammu untuk bertahan hidup'
Para penjahat menyusun strategi untuk membalas dendam sedangkan para tawanan menyusun rencana untuk melarikan diri dari penjahat-penjahat itu dan keluar dari pulau. Sialnya salah seorang dari tawanan, Wang No geol terjebak perangkap yang dipersiapkan oleh para penjahat. Mereka membuat kesepakatan. 

Di kediaman P Sooyang, Shin Myun datang membawa hadiah pernikahan namun Se Ryung tidak bersedia menemuinya. Yeo ri memberitahu ' Nona sedang tidak sehat.' katanya pada Shin Myun. Se Ryung duduk melamun di kamarnya dan masih saja memikirkan Seung Yoo. Yeo ri berusaha mengingatkan majikannya, meskipun tidak mengharapkan pernikahan ini tetapi Se Ryung harus mulai membangun perasaan pada calon suaminya.

Sementara itu di kediaman putri, P Geum Seong merencanakan sebuah pemberontakan di hari pernikahan Se Ryung. Putri dan Jeong jong terkejut mendengar rencana ini. Setelah kematian P Anpyong siapa lagi yang mungkin diincar P Sooyang selain Yang Mulia, katanya.
Di pulau akhirnya Seung Yoo dan Seok ju berhasil menghancurkan rantai yang mengikat tangan-tangan mereka. Wang No geol dimanfaatkan para penjahat untuk mengetahui tempat persembunyian para tawanan. Seung yoo memperhatikan Wang No geol dengan curiga tapi ia diam saja. Benar saja, Wang No geol mulai memprovokasi teman-temannya. ' Yang diincar para penjahat itu bukan kita, tetapi laki-laki itu ( Seung Yoo ). Yang lain mulai terpengaruh tetapi Seok ju berusaha memperingatkan untuk tidak mempercayai janji-janji penjahat itu. Mereka tidak peduli dan tetap menyerang Seung Yoo. Dari balik semak, penjahat muncul dan menikam salah satu dari mereka sampai tewas. Seok ju dan Seung Yoo berhasil meloloskan diri. Para penjahat terus saja memburu mereka, mereka tidak kenal ampun. Semua harus mati. Mereka bersembunyi, Seok ju berkata pada Seung yoo, mereka akan mengejar kita sampai ke dasar neraka sekalipun. Tiba-tiba Seok ju teringat kata-kata Wang no geol: Yang mereka incar bukan kita tetapi dia ( Seung yoo ). Tiba-tiba ia menarik pedangnya.....
Putri ingin bertemu raja namun pengawal menghalanginya. Putri dan Jeong jong dilarang menemui raja atas perintah P Sooyang. Mereka kembali tanpa hasil. Usaha Jeong jong pun tak mengubah tindakan para pengawal. Putri sangat sedih dan marah mengkhawatirkan adiknya.
Di balairung raja, P Sooyang sedang menemmpatkan orang-orangnya di posisi penting. Raja dengan lemah menjawab: paman, lakukan saja sesuai keinginanmu. Tapi raja sempat bersuara ketika mereka memutuskan akan membawa para tawanan yang merupakan keluarga pejabat pro Kim Jeong Seo untuk dijadikan budak dan seluruh hartanya disita. Termasuk wanita dan anak-anak? tanyanya berang.  Ya, Yang Mulia..jawab P Sooyang. Raja tidak setuju,,
Mereka, P Sooyang dan pengikutnya mendiskusikan kembali hukuman bagi tawanan perempuan dan anak-anak. Masih ada satu lagi penghalang bagi mereka yaitu P Geum seong. Ku dengar ia sedang mengerahkan pasukan, kata salah seorang dari mereka. Kita lihat saja nanti, jawab P Sooyang dengan dingin.
Jo Seok ju mengejar-ngejar Seung Yoo dengan pedang ditangannya, Seung Yoo berlari ke arah jurang. Para penjahat melihat mereka dan berusaha mengejar mereka berdua. Di tepi jurang Seung Yoo pasrah, tak ada tempat melarikan diri. Seok ju berkata pada para penjahat itu, bukan kami yang kalian incar tapi dia. Ia menebaskan pedangnya ke tubuh Seung yoo. Tubuh Seung yoo limbung dan jatuh ke dalam jurang. Penjahat menyaksikan sendiri tubuh Seung Yoo terkapar bersimbah darah di dasar jurang. Mereka pergi dengan puas dan membiarkan Seok ju hidup.
Tiba-tiba Seok ju muncul lagi, ternyata semua adalah skenario mereka. Seung Yoo masih hidup dan bertahan di lereng jurang, Seok ju segera menolongnya dengan kayu.
And the true is .... 
Malam sebelumnya mereka menyusun strategi. Yang diinginkan para penjahat itu adalah kau, maka jika kau mati segalanya akan membaik, begitu bukan? Seung Yoo mengiakan. Seok ju bertanya lagi apakah Seung Yoo masih mau hidup atau hanya ingin mati sampai disini saja? Seung Yoo menjawab, ia masih ingin hidup. Seok ju meminta Seung Yoo menuruti kata-katanya jika ia masih ingin hidup. Sebelumnya mereka meletakkan mayat salah satu tawanan yang sudah mati di dasar jurang untuk mengelabuhi para penjahat itu dan kemudian melaksanakan rencana mereka, dan berhasil.


Para penjahat itu pergi dengan kapal mereka. Untungnya mereka masih meninggalkan satu buah perahu. Tiba-tiba seseorang muncul, Wang No geol, ternyata orang itu masih hidup. Ia memohon-mohon pada Seung Yoo dan Seok ju untuk memaafkan kesalahannya.
Malamnya di rumah para gisaeng, ketua penjahat melaporkan bahwa Kim Seung Yoo sudah mati. SHin Myun juga ada disana. Mereka bersulang untuk merayakan kabar baik tersebut. Shin Myun merasa tertekan dan meninggalkan ruangan itu. Wajahnya memancarkan kesedihan yang amat dalam.

Se Ryung mendapat kabar bahwa kakak ipar Seung yoo dan anaknya dijadikan sebagai pelayan di rumah 'orang-orang yang berjasa'. Maksudnya orang-orang yang berjasa membantu P Sooyang menggulingkan Kim Jeong Seo. Berarti mereka tinggal dan hidup sebagai pelayan di rumah keluarga yang telah membunuh keluarga mereka. Se Ryung pergi diam-diam mencari mereka, Shin Myun melihatnya namun gadis itu tidak peduli sekalipun Shin Myun akan melaporkannya pada ayahnya. Se Ryung memandangi mereka dengan sedih, mereka kehilangan seluruh keluarganya karena ayahku dan pegawai Shin. Bahkan sekarang harus tinggal di rumah orang yang membunuh keluarganya sebagai budak, apa lagi yang lebih mengerikan di dunia ini?. Shin Myun akhirnya membiarkan Se Ryung berindak sesukanya.
Yeo ri menemui wanita itu di sungai dan menyampaikan surat Se Ryung padanya. Wanita itu membacanya dengan gemetar: Aku adalah orang yang pernah kau temui di han sung. Aku akan membawamu ke tempat yang aman. Aku menunggumu di tempat kita bertemu sebelumnya tolong datanglah...apapun yang terjadi.
Se Ryung menunggu dengan gelisah, wanita itu datang menemuinya dan mereka membawanya dengan tandu ke dokter, sebelum membawanya ke tempat yang aman. Shin Myun mengikuti bahkan ikut mengawal mereka. Se Ryung berterimakasih pada Shin Myun. 

Di tempat lain, Seok ju, Seung Yoo dan Wang No geol berjalan mengendap-endap di jalanan kota. Seung Yoo terluka parah. Mereka tiba di suatu tempat dimana banyak wanita berpakaian dan berdandan menor, ternyata tempat hiburan ( tempatnya para gisaeng tu lohhh.. ). Seok ju mendekati salah satu dari mereka dan ia memangglnya Orabuni ( Ni nih,,,yg manggil orabuni ni sepertinya seorang Waria –”)....kelihatannya mereka dekat satu sama lain. Wang No geol melihat wanita-wanita itu dengan penuh kekaguman. Kita harus segera menyelamatkan dia, kata Seok ju.Wanita itu memandang Seung Yoo yang terbaring lemah. Siapa dia/ tanya mereka. Seseorang yang sangat istimewa, jawab Seok ju.


Ipar Seung Yoo dibawa ke kuil oleh Se Ryung. Wanita itu sangat berterimakasih pada Se Ryung: Saat mendengar berita tentang Seung Yoo, langit rasanya seperti runtuh. tapi sekarang aku bisa merasakan bahwa Tuhan masih ada.' Se Ryung tertegun dengan kata-kata kakak ipar Seung Yoo.
' Apa yang terjadi dengan Tuan Muda Kim Seung Yoo?' tanyanya
' Kapal yang membawa mereka ke Pulau Ganghwa tenggelam, apakah kau belum mendengarnya?'
'Tenggelam?' Se Ryung tak percaya
" Kudengar tak satupun yang selamat.'
Se Ryuong berjalan dengan gontai, Shin Myun masih menunggunya di luar kuil. Berita tentang Guru, apakah itu benar?' tanyanya pada Shin Myun. ' Mengapa kau tidak mengatakannya padaku?'
Seung Yoo terbaring lemah di sebuah kamar. Seorang gadis muda tanpa sengaja memasuki kamarnya dan mengagumi ketampanan Seung Yoo. Ia pun merawat Seung Yoo.
Di rumahnya P Sooyang mendengar berita menghilangnya menantu dan cucu Kim Jeong seo dari kediaman salah satu dari pengikutnya. P Sooyang jelas sudah tahu siapa orang dibalik hilangnya wanita dan anaknya itu.
Se Ryung sangat terpukul, ia masuk kamar dengan lemah dan terbaring dengan air mata bercucuran mengingat Seung Yoo. P Sooyang menanyakan kasus hilangnya tawanan itu, apakah semua ini perbuatan Se Ryung? tanyanya pada Shin Myun.
Bukan, ini perbuatanku.' jawab Shin Myun.
' Melihatmu berusaha melindungi putriku, membuatku merasa nyaman. Tetapi Se Ryung harus menerima hukuman atas perbuatannya.' kata P Sooyang. Shin Myun mencegahnya dengan dalih kesedihan Se Ryung yang telah mengetahui kematian Seung Yoo. P Sooyang mengalah.
Jeong jong dan putri juga sudah mendengar kabar tentang tenggelamnya kapal yang membawa tawanan itu. Jeong jong sangat sedih, ia menangis. Tiba-tiba Shin Myun datang dan memberitahukan pernikahannya. Ia ingin Jeong jong datang dan mendampinginya. Hanya dirimu satu-satunya temanku yang masih tersisa, aku mohon padamu, datanglah...pinta Shin Myun. Jeong jong sangat geram, tapi kemudian ia teringat rencana P Geum seong bahwa pada hari itulah mereka akan melaksanakan pemberontakan.
Seung Yoo sudah sadar, Wang No geol dan Seok ju sangat gembira. Para wanita penghibur itu juga ikut gembira. Mereka tertawa-tawa kecil, kelihatannya semua mengagumi ketampanan Seung Yoo.
Menjelang hari pernikahannya Se Ryung sama sekali tidak bahagia. Ia justru mengenakan baju yang dipakai saat bersama Seung Yoo berlomba ayunan di pasar. Ibunya sangat mengkhawatirkan Se Ryung, Se Ryung meminta maaf. Shin Myun sangat peduli padamu bahkan ingin menunda pernikahan sampai kau mau menerimanya. lady Sooyang berpesan pada Se Ryung untuk tidak lagi mengingat masa lalu.
Se Ryung meminta ijin pada ibunya untuk keluar. Ia mengunjungi kakak ipar Seung Yoo, tapi wanita itu dan anaknya sudah tidak ada disana. Ia mencari Shin Myun, kemana kau membawa mereka? tanyanya dengan mata penuh kebencian. Apakah kau mengirim mereka ke rumahmu?



Shin Myun tersinggung dengan tuduhan Se Ryung. Apakah aku orang macam yang tersirat di matamu?. Orang yang membunuh teman dan ayah temannya bisakah aku menganggapnya sebagai orang baik? Se Ryung menyerang Shin Myun. Shin Myun menyeret Se Ryung dan membawanya berkuda ke suatu tempat.
Seung Yoo sudah mulai membaik. Ia berjalan tertatih sampai di depan rumahnya. Rumah itu sudah disita. Terngiang dalam benaknya masa-masa kebersamaan bersama keluarganya yang begitu bahagia. Bahkan seolah ia melihat kakak ipar dan keponakannya. Seung Yoo sungguh hancur hatinya.


Se Ryung menampar Shin Myun. Jangan pernah berusaha menyentuhku lagi!' katanya kasar. Tiba-tiba seseorang memanggilnya, wanita itu dan anaknya muncul. Mereka dalam keadaan baik-baik saja.
 ' Kudenar kau tidak sehat, itu membuatku khawatir.' kata wanita itu
' Darimana kau tahu kalau aku sakit?' tanya Se Ryung
Kakak ipar seung yoo bercerita, seorang sahabat Seung Yoo yang aku belum pernah melihatnya, memberitahuku. Ia juga menemukan tempat ini untukku, aku tidak perlu lagi mengkhawatirkan tentang makanan dan pakaian.' Wanita itu meminta Se Ryung menyampaikan rasa termakasihnya pada sahabat Seung Yoo yang misterius itu. Se Ryung berjanji.
Sikap Se Ryung melunak, ia tahu Shin Myun lah yang ada dibalik semuanya. Ia juga menyampaikan rasa terimakasih wanita itu padanya. Maafkan aku yang telah salah paham padamu, kata Se Ryung. Shin Myun yang selama ini teruji kesabarannya mulai angkat bicara. Ia sudah melakukan semua yang bisa membuat Se Ryung mengubah penilaiannya sebagai pria yang tak punya belas kasihan, penghianat dan sebagainya, tetapi Se Ryung tetap mengabaikannya dan hanya memikirkan Seung Yoo. Sampai kapan aku harus menunggumu? Se Ryung hendak meninggalkan Shin Myun tapi pria itu menarik tangannya dan memeluk Se Ryung. Tak jauh dari situ Seung Yoo menyaksikan semuanya dari balik pohon .........

To be continue.......



sumber: www.sinopsisdramakorea.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar