Sabtu, 15 Oktober 2011

Sinopsis The Princess's Man Eps. 08



 The Princess's Man Eps. 08


( Episode 08 dan 09, akan menjadi episode yang penuh dengan darah... Aku ja ga sampe hati nonton episodenya T.T .. Habis pertempurannya bener-bener menguras banyak darah)


Se Ryung gemetaran mendengar kata-kata ayahnya, ia jatuh terduduk, saputangannya sampai terjatuh. P Sooyang keluar dari kamar namun ia tak melihat siapa-siapa. P Sooyang merasa Se ryeong mengetahui sesuatu. Hari itu ia hendak pergi ke suatu tempat dan berpesan pada istrinya agar Se Ryung tidak diperbolehkan meninggalkan rumah. Kurung dia di dalam kamarnya, perintah P Sooyang



Se Ryung merasa harus segera memberitagu Seung Yoo, ia tak ingin Seung Yoo terluka apalagi mati. Ia berusaha melawan ibunya namun tetap didorong masuk ke dalam kamar. Ayah akan membunuh PM Kim dan seluruh keluarganya bukan? Tanyanya sambil menangis. Dengan marah ibunya menjawab: ayahmu hanya berusaha menyelamatkan keluarga kita.



PM Kim mendengar putra mahkota ingin mengunjungi kakaknya, putri Kyeong hye. Putri sedang sakit dan putra mahkota sangat ingin bertemu dengannya. PM Kim yang merasa khawatir berusaha mencegah namun Putra Mahkota berkata bahwa dia tidak akan lama meninggalkan istana.

Di markas polisi, Seung Yoo berusaha menemui Shin Myun, namun sahabatnya itu tak mau menemuinya. Akhirnya Seung yoo hanya berpesan lewat bawahan Shin Myun, Seung Yoo berkata ia merasa senang mendengar rencana pernikahan Shin Myun dan ia meminta Shin Myun jangan marah lagi padanya. Shin Myun tertegun sejenak.




P Sooyang dan pengikutnya berkumpul untuk mematangkan rencana mereka. Pergerakan akan dilaksanakan malam ini. Shin Myun dihadirkan diantara mereka, meski beberapa orang meragukan Shin Myun karena pemuda itu adalah sahabat Seung Yoo. Shin Myun memastikan bahwa ia akan melaksanakan tugasnya dengan baik. Mereka berbagi tugas. P Sooyang berkata bahwa ia sendirilah yang akan membunuh PM Kim malam ini.

Se Ryung gelisah di dalam kamarnya. Ia meminta bahkan memohon bantuan Yeo ri tapi gadis pelayan itu menolak permintaan Se Ryung dan berusaha memperingatkan Se Ryung agar tidak berusaha menemui Kim Seung Yoo.

Se Ryung berusaha kabur dari rumahnya. Ia berhasil mengelabuhi para pengawal dan Yeo ri dengan memanjat tembok ia kabur dari rumahnya. Kakinya terkilir, dengan tertatih-tatih ia berlari menuju rumah Seung Yoo. Disana ia bertemu dengan Seung Yoo, kakak Seung Yoo. Benarkah ini rumah PM Kim?? Ada sesuatu yang ingin kusampaikan padanya. PM Kim datang dan melihat mereka, ia menyambut Se Ryung dengan baik, meminta pelayan memberinya sepatu dan mempersilahkannya masuk. Tetapi pengawal dan Yeo ri datang, mereka menyeret Se Ryung dan memasukkan ke dalam tandu. Se Ryung berteriak-teriak memanggil Seung Yoo. Seung Yoo menyaksikan kejadian itu namun ia tidak tahu jika Se Ryung yang berada di dalam tandu.



Se Ryung dikurung didalam gudang, ia menangis memohon kepada ibunya untuk menyelamatkan Seung Yoo.
Di rumahnya, PM Kim menerima surat dari P Sooyang yang memberitahukan rencana kedatangannya malam ini. Di dalam suratnya itu ia juga mengatakan telah mengetahui semua tentang skandal Seung Yoo dengan dayang istana ( dayang adalah wanita milik raja, siapapun yang berani menyentuhnya akan menerima hukuman yang berat ). PM Kim memanggil putranya dan menanyakan kesungguhan perasaannya pada wanita itu. Seung Yoo menjawab bahwa ia sangat mencintainya dan bersedia mengambil resiko untuk semua ini. PM Kim memutuskan berada di pihak putranya.

Di dalam gudang Se Ryung berusaha membuat pesan untuk Seung Yoo. Ia merobek gaunnya dan menuliskan pesan dengan darahnya. Yeo ri terkejut melihat bibir putri berdarah. Ia menjadi tersentuh dan bersedia menyampaikan pesan itu pada Seung Yoo.

Sementara di rumah PM Kim penjagaan diperketat, Mendengar rencana kedatangan P Sooyang mereka bersiap jika sewaktu-waktu Sooyang menyerang. Seung Yoo menerima pesan Se ryeong: Kuil Seung Bup – Yeo ri. Seung yoo langsung memacu kudanya menuju kuil.



P Sooyang datang bersama seorang pengawal dan 4 pengusung tandu. PM Kim diberitahu jika P Sooyang datang tanpa pengawal. Padahal sebenarnya para pengusung tandu itu adalah para pengawal yang menyamar. Mereka dipersenjatai lengkap dan disimpan dibawah tandu. P Sooyang berpura-pura mengajukan tawaran damai dengan Kim Jeong seo. Dengan tegas PM Kim menolak tawaran itu. Mengembalikan keharmonisan diantara kita adalah hal yang tidak mungkin, jawb PM Kim. P Sooyang tertawa dan tanpa diduga ia menyebutkan tentang dayang yang menjalin affair dengan Seung Yoo. Gadis yang dicintai putramu, yang selama ini dia mengira sebagai dayang istana, sebenarnya dia adalah putriku, putri Sooyang, katanya dengan penuh kemenangan (jreng jengjengjeng). PM Kim meminta Seung Yoo masuk, tetapi tentu saja ia sudah tidak ada.



Di luar, empat pengawal yang menyamar sebagai pengusung tandu menyerang pengawal dan kakak Seung yoo. Kakak Seung yoo terluka, ia sadar dan berusaha menolong ayahnya namun terlambat, ayahnya telah terkapar bersimbah darah. P Sooyang dan pengawalnya juga menghabisi Seung Gyo (kakak Seung Yoo) hingga tewas.

Sementara itu Di dalam kuil nampak sepi, hanya ada 2 biksu kecil yang edang tidur. Mereka terbangun melihat Seung Yoo dan bertanya ada apa. Seung Yoo menanyakan Yeo ri tapi para biksu kecil itu malah bingung. Makudmu gadis pelayan itu? Yeo ri? Yeori tidak ada disini, jawab mereka. Seung Yoo bingung dan kembali ke rumahnya. Dalam perjalanan pulang ia bertemu sekawanan pengawal, ia curiga dan benar saja....saat kembali ia melihat kakak dan ayahnya bersimbah darah. Seung yoo menangis memanggil-manggil ayahnya...............


Bersambung ke; The Princess' Man eps 9




Tidak ada komentar:

Posting Komentar