Kamis, 08 Desember 2011

Sinopsis The Princess's Man Eps. 22

The Princess's Man Eps. 22



Kim Seung yoo!!teriak Sin Myeon. Aku tahu kau ada disini. Kau bukan orang yang akan meninggalkan Jong dan pergi seorang diri.

Seung yoo geram dan merebut anak panah dan mengarahkannya pada Sin Myeon. Tiba-tiba Se ryeong ada diantara orang-orang itu. Ia tertangkap.

“Dimana Seung yoo?” Tanya Sin Myeon pada Se ryeong
“Ia sudah pergi.” Jawab se ryeong dingin
“Kau kira aku bodoh?”
“Apa kau ingin menjadikanku sebagai umpan? Jangan pernah berminpi.”


Sin Myeon mengambil pedangnya dan mengarahkan pada Se ryeong. Ia mengancam Seung yoo dengan menggunakan Se ryeong sebagai umpannya. Seung yoo nampak bimbang. Tiba-tiba Putri Kyeong hye dan Jeong Jong muncul dan berusaha melindungi Se ryeong.
Lebih baik kau bunuh saja aku! Teriak Jeong Jong



Seung yoo geram melihat kejadian itu. Ia langsung melepaskan anak panah dari busurnya. Anak panah melesat dan menancap di dada Sin Myeon. Pengikut Seung yoo muncul dari persembunyiannya dan menyerang Sin Myeon dan anak buahnya. Pertempuran kecil terjadi. Sin Myeon limbung. Ia tak berdaya dengan panah tertancap di dadanya. Jeong Jong dan P Kyeong hye menggunakan kesempatan ini untuk membantu Seung yoo dan Se ryeong melarikan diri.
Sin Myeon menatap Jeong Jong tajam. Mangapa para tentara itu menyerang kami? Tanyanya curiga. Apa sebenarnya yang tengah kau rencanakan?! Bentak Sin Myeon. Jeong Jong tidak takut ia bahkan menyerang Sin Myeon. Anak buah Sin Myeon berusaha menghentikan Jeong Jong. Jong mengamuk dan sepucuk surat terjatuh dari balik pakaiannya.. Ja Beon mengambil dan membacanya. Mukanya mengernyit dan memberikan surat itu pada Sin Myeon. Sin Myeon terkejut ternyata surat itu adalah surat perintah untuk mengerahkan pasukan untuk berperang lengkap dengan stempelnya. Sin myeon marah besar. Kau berencana melakukan pemberontakan!!!




Se ryeong dan Seung yoo memutuskan untuk kembali dan melihat keadaan Jeong Jong. Sampai di tempat P Kyeong hye mereka tidak menemukan Jeong Jong. Dari P Kyeong hye mereka tahu Jeong Jong dibawa ke biro.




Raja sangat murka mendengar rencana pemberontakan Jeong jong. Ia langsung memerintahkan untuk mengeksekusi Jeong Jong serta mengeluarkan perintah hukuman mati bagi P Keum Seong. Ia akan dihukum mati dengan cara minum racun.



Sin Myeon mendengar kabar tentang putusan eksekusi Jeong Jong esok. Ia menemui Jong di dalam tahanan.

Nampaknya waktu eksekusiku telah diputuskan, kata Jeong Jong.

Esok kau akan mati. Kata Sin Myeon

Jeong Jong tersenyum.

Apakah kau tak ingin hidup? Tanya Sin Myeon berusaha melakukan penawaran lagi.



Apa lagi rencana busukmu? Tanya Jeong Jong marah

Sin Myeon berkata secepatnya Seung yoo pasti akan datang untuk menyelamatkan sahabatnya itu. Dan saat itulah aku akan membunuhnya.


Jeong Jong sangat marah

Kau akan menggunakan diriku sebagai umpan untuk menangkan Seung yoo?

Apakah kau tidak ingat pesan Guru sebelum meninggal? Jeong Jong berusaha mengingatkan pesan Guru Lee agar mereka saling menjaga satu sama lain. Sin Myeon tidak menjawab dan hanya berlalu meninggalkan Jeong Jong



Seung yoo membawa Se ryeong dan P Kyeong hye ke Bing Ock Gwan. Tetapi tempat itu tutup dan pintunya terkunci. Tiba-tiba No geol muncul dan memberitahukan Seung yoo sejak Seok ju dibawa ke biro, setiap saat mereka mengirim orang untuk memata-matai tempat itu. Sehingga mereka memutuskan untuk menutup tempat hiburan itu. Akhirnya mereka pergi ke rumah dimana kakak Seung yoo bersembunyi. Ternyata disana sudah ada Seok Ju dan Cho hui serta gadis-gadis itu. Cho hui merengut melihat kedatangan Seung yoo bersama Se ryeong dan P Kyeong hye. Seung yoo meminta maaf dan menceritakan keadaan Jeong Jong pada Seok ju. Seperti biasa Seok ju selalu mendukung apa yang dilakukan Seung yoo. Ia berencana membebaskan Jeong Jong malam ini.



Putri berusaha menemui suaminya di penjara. Penjaga melarang mereka namun akhirnya ia diijinkan. P Kyeong hye melihat Sin Myeon dan berusaha menghindarinya.
Tak ada jalan lain untuk menyelamatkan Jeong Jong, katanya. Seperti yang sudah-sudah, Sin Myeon berusaha memberi penawaran. Ia akan menyelamatkan Jeong Jong asal P Kyeong hye bersedia memberitahukan dimana Seung yoo. Putri Kyeong hye terlihat bimbang.



Jeong Jong merenung di dalam selnya teringat kata-kata Sin Myeon. P Kyeong hye tiba- tiba sudah berdiri di dekatnya. Jeong Jong nyaris tak percaya tetapi itu memang istrinya.


Putri memberitahu Jong tentang penawaran Sin Myeon padanya. Jeong Jong memandangi istrinya.
Esok adalah hari eksekusiku. Meski sin Myeon berniat menyelamatkan nyawaku apakah So Yang akan membiarkanku pergi?
Putri teringat kata-kata Raja saat ia berusaha meminta pengampunan bagi suaminya di masa lalu. Ia mulai menangis saat menyadari tak ada lagi jalan untuk menyelamatkan suamunya kecuali mengandalkan Seung yoo.

Jeong Jong menolak dibebaskan oleh Seung yoo. Sekalipun Seung yoo datang ke tempat ini, ia bukan saja tak bisa menolongku tetapi juga akan membahayakan keselamatannya, kata Jeong jong.

Putri menangis putus asa. Ia menggenggam tangan suaminya dan meletakkannya di perutnya. Mereka menangis teringat calon bayi mereka.
Apakah kau tak ingin hidup? Tanya Putri
Aku ingin hidup, jawab Jong sambil terisak. Sangat ingin hidup.



Jeong Jong meminta istrinya tidak memberitahu Seung yoo bahwa esok adalah hari eksekusinya. Katakan pada Seung yoo untuk menunggu kabar dariku, kata Jeong Jong.




Seung yoo bertemu Park Heung su. Rencana mereka telah terbongkar bahkan kepala deputi Kwangju juga telah diseret ke kejaksaan. Semua persenjataan mereka diblokir. Seung yoo berkata, yang akan dilakukannya pertama kali adalah menyelamatkan Jeong Jong.



Seung yoo menyampaikan niatnya pada Seok Ju dan Se ryeong, P Kyeong hye muncul dengan wajah pucat dan lelah. Se ryeong sangat mengkhawatirkan Putri dan mengikutinya.

Ia menanyakan kabar Jeong Jong.





Esok….ia akan dieksekusi, jawab Putri.
Se ryeong terkejut dan berencana memberitahu Seung yoo, tetapi Putri mencegahnya.
Seung yoo tidak boleh pergi, kata Putri.
Apa maksudmu? Tanya Se ryeong.
Officer Sin tengah menanti kedatangan Seung yoo malam ini, katanya.
Putri meminta Se ryeong tidak meneruskan niatnya memberitahu Seung yoo jika ingin kekasihnya itu tetap hidup. Se ryeong bimbang.
Esok adalah hari eksekusi pangeran, kau tidak boleh mengatakannya. Setelah kita kehilangan Pangeran, jika kita kehilangan Seung yoo maka tak akan ada lagi orang yang melawan Soo yang.

Seung yoo melihat Se ryeong yang tengah berada dalam kebimbangan. Ia menanyakan keadaan Putri dan meminta Se ryeong menjaganya. Malam ini ia berencana membawa Jong keluar dari penjara. Putri muncul dan berkata: Malam ini bukan saat yang tepat, mereka meningkatkan penjagaan. Pangeran berkata ia akan segera mengirim pesan begitu keadaan memungkinkan.

Putri berusaha tampil tegar, namun tangisnya pecah juga saat ia berada di kamar sendirian. Di dalam penjara Jeong Jong termenung mengnang masa-masa yang pernah dilaluinya bersama Putri. Saat teringat calon bayi dalam kandungan Putri, Jeong Jong meminta kertas dan tinta. Ia ingin meninggalkan nama-nama untuk calon bayinya. Sin Myeon memperhatikan semuanya dengan sedih.

Raja mengunjungi Putra Mahkota yang terbaring tak berdaya. Ia memberitahukan rencana hukuman mati bagi Jeong Jong yang telah berhianat. Putra Mahkota berkata ia merasa sangat bosan berada di dalam istana dan ingin kembali ke rumah lama mereka. Raja mengijinkan demi kesembuhan Putra Mahkota.

Tibalah hari eksekusi.
Putri Kyeong hye meminta didandani secantik-cantiknya. Ia ingin menemui suaminya untuk yang terakhir kalinya. Hari ini akan menjadi hari terakhir baginya untuk bisa melihatku.
Putri menemui suaminya di dalam penjara. Jeong Jong meminta maaf pada Putri, dirinya tak bisa melindungi Putri sampai akhir. Ia meninggalkan dua nama untuk calon bayinya. Satu nama laki-laki dan satu nama permpuan. Putri mendampingi suaminya sampai ke tempat eksekusi. Mereka bertemu Sin Myeon.

Akhirnya kau memutuskan untuk menyerahkan hidupmu, kata Sin Myeon.
Apakah Seung yoo membuatmu takut? Jong balik bertanya. Seung yoo tidak tahu hari ini adalah hari eksekusiku.
Apa?! Sin Myeon kaget.
Kau tak bisa menangkapnya. Kata Jeong Jong. Ia juga berkata tak akan membenci Sin Myeon. Seung yoo sangat menderita demikian pula dirimu. Sin Myeon menahan tangisnya.

Seung yoo menerima kabar bahwa hari ini adalah hari eksekusi Jeong Jong. Ia amat sangat terkejut dan langsung berlari menuju tempat eksekusi.


Jeong Jong dihadapkan pada Raja. P Kyeong hye melihaatnya dari jauh. Sin Myeon terlihat sangat tertekan melihat sahabatnya.

Tidak tahu diri! Teriak Raja dengan amarah. Sebelumnya aku telah mengampuni nyawamu. P Kyeong hye berlutut padaku untuk memohon pengampunanku. Tetapi sekali lagi kau berusaha menghianatiku. Saat ini kau harus memohon pengampunan padaku secara pribadi.




Jeong Jong tersenyum mengejek
Beraninya Kau! Teriak Raja
Soo Yang! Dengarkan aku! Jeong Jong berkata meski ia telah mati namun jiwanya akan terus hidup selamanya untuk menghantui dan membuat Soo Yang menderita. Raja sangat murka dan lengsung memerintahkan dilaksanakan Geoyeol pada Jeong Jong.


Jong memandangi Putri dan sekali lagi kenangan masa lalu mereka satu persatu muncul. Jeong Jong dihukum mati.

Seung yoo berlari ke tempat eksekusi dan terlambat. Ia hanya menemukan ceceran dara sahabatnya di tanah. Ia menangis sejadi-jadinya.


Se ryeong memandanginya dengan perasaan bersalah. Seung yoo melangkah gontai dan Se ryeong selalu membuntutinya.
Kau mengetahuinya dengan baik, kenapa tidak memberitahuku mski kau tahu apa arti Jeong Jong untukku. Bagaimana kau….ia tidak melanjutkan kata-katanya karena terlalu sedih kehilangan sahabat yang paling dicintainya. Se ryeong hanya bisa menangis melihat penderitaan Seung yoo.

Sin Myeon frustasi dan mabuk-mabukan. Ja beon dengan setia mendampingi atasannya itu. Kali ini ia benar-benar menangis menyesali semua yang terjadi. Ia telah menodai tangannya dengan darah sahabatnya.
Seung yoo yang masih sangat kehilangan menemui Puti. Mengapa kau tak memberiku pilihan? Aku memiliki kesempatan untuk menolong Jeong Jong. Seharusnya aku menyelamatkannya…

Putri meminta Seung yoo tidak mengecewakan harapan terakhir Jeong Jong untuk menyelamatkannya.




Malamnya Seung yoo bersama Seok ju dan No geol mendatangi tempat eksekusi. Mereka berniat mengambil mayat Jeong Jong. Penjaga mengusir mereka dan terjadi perkelahian sengit dan semua penjaga tewas di tangan ketiga orang tersebut.

Mereka menguburkan mayat Jeong Jong di suatu tempat.
Jong…apakah kau merasa lebih baik sekarang? Tanya Seung yoo sambil membelai makam sahabatnya. Dari jauh Se ryeong terus mengawasi mereka.
Maafkan aku…katanya. Aku benar-benar minta maaf…




Rencana pemberontakan sudah diketahui banyak pihak. Para Menteri meminta raja menggunakan kesempatan ini untuk menyingkirkan P Keum Seong dan P No San (gelar raja terdahulu setelah turun tahta). Mereka sangat khawatir beberapa pihak yang berambisi mengembalikan tahta raja terdahulu akan menggunakan kesempatan ini dengan memanfaatkan sakitnya Putra Mahkota.

Mereka meminta Raja segera membuat keputusan. Akhirnya keputusan dikeluarkan untuk menghukum mati P Geum seong dan Pangeran No San, serta mengirim P Kyeong hye ke perbatasan untuk dijadikan budak selamanya. Pangeran No San yang masih sangat muda menerima perintah itu. Ia menangis, kakak aku merindukanmu, abamama…abamama… (ayah).




Seung yoo mengurung diri dalam kamar. Se ryeong dengan setia menungguinya diluar sampai ia tertidur kelelahan. Saat bangun Seung yoo sudah berada disisinya. Kepada Se ryeong, Seung yoo menumpahkan segala kebimbangannya diantara ambisi balas dendam atas kematian ayahnya atau cintanya pada Se ryeong.

Ia sangat ingin menyerah dan pergi jauh bersamanya. Mengapa aku begitu lemah? Mengapa aku ikut serta dalam peperangan yang tak mungkin dimenangkan?
Lalu…apakah kau akan menyerah? Tanya Se ryeong.
Seung yoo menggeleng. Ia teringat pesan mendiang gurunya dan Jeong Jong. Hanya tinggal dirinya satu-satunya orang yang melawan Soo yang. Apapun yang terjadi ia berjanji tidak akan menyerah.
Peperangan baru saja dimulai, kata Seung yoo.

Seung yoo meminta maaf karena sejak hari ini Se ryeong akan menaggung beban dan penderitaan yang semakin berat karena keputusannya itu. Se ryeong bersedia melakukannya untuk menebus semua dosa ayahnya. Seung yoo memeluk Se ryeong.




Mereka kembali menyusun rencana, Seung yoo dan pengikutnya.Mereka mendengar berita sakitnya putra Mahkota dan berencana mengambil kesempatan ini. Rencana pemberontakan berikutnya pu disusun lagi.

Se ryeong mengunjungi kuil dan bertemu dengan para biksu kecil Dari para biksu itu ia mengetahui keadaan adiknya yang tengah sakit parah. Tiba-tiba ratu datang dan melihat Se ryeong.




Ratu menyampaikan kabar tentang sakitnya Putra Mahkota. Ia meminta putrinya kembali ke istana. Ratu berjanji akan membujuk Raja menarik kembali keputusan menjadikan Se ryeong sebagai budak. Se ryeong tetap pada keputusannya ia tak ingin kembali ke istana walaupun ia sangat menkhawatirkan adiknya. Ibunya sangat marah dengan sikap keras kepala Se ryeong.

Ratu menyampaikan kabar pertemuannya dengan Se ryeong pada raja.
Dia bukan lagi putriku dan aku sama sekali tidak merindukannya, jawab Raja. Tapi matanya ga bisa bohong kalau ia sangat mengkhawatirkan putri kesayangannya itu. Ratu memohon agar Se ryeong diijinkan untuk menemui adiknya. Raja mengijinkan dan berencana akan menggunakan kesempatan itu untuk menangkap Seung yoo. Ia akan menjadika Se ryeong sebagai umpan.


Se ryeong berdiri di depan rumah lamanya, ia bersembunyi di balik pohon. Yeo ri melihatnya dan memberitahukan Se ryeong tentang rencana ayahnya. Tetapi ia sangat sedih dengan kondisi Putra Mahkota dan meminta Se ryeong mengunjungi adiknya itu. Seorang prua nampak mengawasi mereka.




Ternyata pria itu adalah anggota kelompok pemberontak. Ia melaporkan apa yang ia lihat. Kudengar pelayan itu memanggilnya Yang Mulia. Benarkah ia putri Sooyang? Tanya mereka. Seung yoo membenarkan dan ia memastikan bahwa gadis itu ada di pihak mereka. Park Heung su berkata sangat berbahaya membawa Se ryeong bersama mereka. Karena pihak pemberontak di tempat yang akan mereka kunjungi berencana akan menangkap putri Soo Yang. Se ryeong mendengar semua pembicaraan mereka.

Seok ju juga mengatakan hal yang sama. Gadis itu berada dalam posisi yang dilematis antara Seung yoo dan ayahnya.

Malam itu Se ryeong ingin berkuda bersama seung yoo. Seung yoo mengabulkan keinginan se ryeong dan membawa gadis itu berkuda menembus malam. Tiba-tiba hujan turun begitu deras dan mereka berteduh di sebuah gubuk. Pakaian mereka basah kuyup.


Se ryeong melepaskan pakaian atasnya yang basah. Seung yoo melihatnya dan menyelimuti tubuh se ryeong. Ia hendak pergi tetapi Se ryeong memanggilnya.
Guru…panggilnya. Aku tidak akan pergi bersamamu. Aku tidak ingin menjadi pengganggu untukmu.
Seung yoo mendekat.
Apakah kau mendengar semua pembicaraan kami? Tanyanya.
Aku akan menunggumu sampai kau kembali, katanya. Kau tidak boleh melupakanku.

Seung yoo menatap Se ryeong
Aku akan kembali padamu, apapun yang terjadi.
Seung yoo mendekat dan memeluk Se ryeong. Ia membuka selimut di tubuh Se ryeong dan melihat bekas luka di punggung gadis itu. Luka yang didapatkannya saat berusaha menyelamatkan Seung yoo dari panah Sin Myeon. Seung yoo meraba bekas luka itu lalu menciumnya……




To Be Continued.......................... 

N.B : Dua episode berikutnya merupakan episode terakhir....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar