Sabtu, 26 November 2011

Sinopsis The Princess's Man Eps.17

 THE PRINCESS'S MAN EPS 17


Seung yoo menepis tangan Se ryeong. Jika kau tertangkap apa yang akan kau lakukan? Tanya Se ryeong.
“Mengapa kau datang?” Seung yoo balik bertanya masih dengan nada dingin



“Ada sesuatu yang ingin kukatakan padamu,” jawab Se ryeong
“Pergilah!” Seung yoo tidak memperdulikan keinginan Se ryeong.
“Meskipun aku hidup atau mati, apakah kau sudah tak peduli lagi?” Tanya Se ryeong sedih.
Seung yoo tidak menjawab, ia hanya sejenak menatap Se ryeong lalu memalingkan wajahnya dan pergi meninggalkan gadis itu. Se ryeong terus mengikutinya.

Seok ju dibawa ke kantor polisi. Seung yoo hendak menyusul tiba-tiba Wang No geol muncul. Disini kau rupanya? Katanya terrengah. Ia melihat Se ryeong. Gadis yang terkena panah? Kau masih hidup? Tanyanya pada Se ryeong. Kakak sangat khawatir padamu, katanya lagi.

Sekilas wajah Se ryeong berseri tetapi Seung yoo tidak peduli dan meninggalkan mereka. No geol membaa Se ryeong ke tempat Cho Hui .Aku harus menemani Kakak, sementara tetaplah disana, pesan No geol pada Se ryeong.
No Eng melihat Se ryeong dengan cemburu. Siapa dia? tanyanya. Yang lain menjawab: Tamu pengawalmu ( Seung yoo ). No Eng  memandang Se ryeong dengan wajah cemberut.

Seok ju diinterograsi di kantor polisi oleh Sin Myeon. Sin Myeon bertanya benarkah Seok ju berada di kapal menuju Pulau Kanghwa yang tenggelam itu? Seok ju menyombongkan diri pada Sin Myeon, tentang siapa dirinya danbagaimana ia dapat selamat dari kapal itu.
Lalu…katakan apa salahku? Tanya Seok ju seenaknya.
Kapal itu membawa tawanan yang sangat berbahaya, hardik Sin Myeon. Jangan bercanda!
Bagiku mereka seperti kawanan penjahat yang diseret kesana tanpa alasan, jawab Seok ju seenaknya.

Di luar, Seung yoo dan No geol tengah mengawasi keadaan dan berfikir bagaimana untuk menyelamatkan Seok ju.

Sin Myeon bertanya pada Seok ju. Di kapal itu apakah putra Kim jeong seo ada disana? Kau mengingatnya?
Seok ju berlagak tidak tahu apa-apa. Selain diriku, semua orang mati.
Benarkah? Tanya Sin Myeon
Aku tak punya alasan untuk berbohong, jawab Seok ju

Sin Myeon tidak begitu saja percaya namun ia melepaskan Seok ju. Seok ju mendatangi Chil goo dan menghajarnya habis-habisan. Setelah itu Chil goo juga mendapat teguran keras dari Sin Myeon, jangan menggunakan orang lain untuk dendam pribadimu!

Mereka kembali ke “kediaman Cho Hui”  dan Se ryeong masih ada disana. No Eng langsung menyambut Seung yoo dengan manja. Se ryeong cemburu melihatnya. Seung yoo melepaskan diri dari No Eng dan menyeret Se ryeong keluar. No Eng memanggil-manggil namanya..Orabuni…orabuni…!!
No geol menahannya. Siapa sebenarnya gadis itu? Tanya No Eng.
Dia itu Putri, jawab No geol. Dia akan segera menjadi Yang Mulia Putri, sebuah kedudukan yang kau sendiri bahkan tak berani untuk membayangkannya.

Seung yoo menyuruh Se ryeong pergi
Apakah kau benar-benar tak ingin bertemu keluargamu? Tanya Se ryeong. Ah Kang dan kakak iparmu masih hidup. Seung yoo masih belum percaya.
Kumohon pergilah dan pastikan sendiri Guru.

Akhirnya Seung yoo menyerah dan bersama se ryeong kembali mereka berkuda bersama. Se ryeong menahan rasa sakit di punggungnya .Seung yoo bisa merasakannya dan tangannya hendak meraih punnggung gadis itu namun ia mengurungkan niatnya.


Di dalam istana, raja dan para pendukungnya tengah membicarakan kasus percobaan pembunuhan Sekretaris Sin. Sekretaris Sin mengaku ia tak bisa melihat wajah si pelaku karena ia menggunakan penutup wajah.


Utusan dari Dinasti Ming akan datang ke Joseon, mereka khawatir para sarjana akan melakukan pergerakan ketika utusan Ming berada di Joseon. Akan rumit keadaanya jika utusan Ming mengetahui bahwa raja mengambil kekuasaan dari keponakannya. Para sarjana itu pasti akan memberikan banyak kesulitan pada mereka.


Keluarga Se ryeong akhirnya memasuki istana sebagai ratu, pangeran dan putri. Tentu saja tanpa Se ryeong. Ratu meminta maaf kepada suaminya karena tidak mengawasi putrinya dengan baik. Raja meminta Sin Myeon mencari keberadaan Se ryeong.

Se ryeong dan Seung yoo sampai di suatu tempat. Sebelumnya ia membeli sepasang sepatu cantik. Seung yoo hendak memasuki rumah, tiba-tiba seorang wanita bersama seorang gadis muncul. Wanita itu, kakak ipar Seung yoo sampai menjatuhkan barangnya melihat sosok yang berdiri di depannya. Ia nyaris tidak percaya. Seung yoo menoleh dan melihat mereka berdua.


Paman…! Panggil Ah Kang. Gadis itu menghambur pada pamannya dan menangis. Se ryeong memandangi mereka dengan terharu. Wajah Seung yoo nampak lebih ceria setelah bertemu keluarganya.

Ah Kang hampir mati di penjara, tetapi Nona menolong kami dan membawakan dokter untuknya. Kata ipar Seung yoo. Seung yoo mengajak ipar dan keponakannya untuk pergi dari sana. Mungkin lingkungannya tidak bagus tetapi lebih baik daripada berada di tempat ini, kata Seung yoo. Ah Kang datang membawa sepatu dari Se ryeong dengan wajah ceria. Kakak bilang kita harus melupakan kenangan yang menyedihkan dan hidup bahagia selamanya di tempat yang sangat jauh.


Se ryeong sudah pergi. Seung yoo menyusulnya. Kali ini sikapnya sedikit lebih lunak. Terimakasih, katanya tulus. Namun di kemudian hari aku berharap kita tidak pernah bertemu lagi. Seung yoo melepaskan tangan Se ryeong. Gadis itu memberi hormat lalu meninggalkan seung yoo dengan sedih.

Seung yoo kembali pada keluarganya. Kau dan Nona itu saling mencintai bukan? Tanya kakak iparnya. Aku harap kalian bisa saling memiliki.
Tidak, kata Seung yoo. Kami tidak akan bertemu lagi. Iparnya melihat Seung yoo dengan sedih.

Sin Myeon mencari Se ryeong di kediaman Putri Kyeong hye namun tidak menemukannya. Sementara se ryeong berjalan mengendap-endap di luar pagar. Ia melihat Sin Myeon dan bersembunyi. Putri melihatnya. Ia terlihat sangat marah pada Se ryeong
Kau benar-benar tidak punya malu, katanya.
Aku tahu kau tak akan menerimaku, namun aku tak punya tempat lain untuk pergi. Jawab Se ryeong.
Bukankah sekarang tempatmu di istana?




Akhirnya Putri Kyeong hye tersentuh dengan ucapan Se ryeong. Gadis itu mengatakan meskipun ia kelak menjadi putri namun baginya hanya ada satu putri di negeri ini. Satu-satunya putri di negeri ini hanyalah kau, Putri Kyeong hye, katanya ulus. Putri menangis mendengarnya.

Seung yoo membawa keluarganya ke kediaman Cho hui. Awalnya Cho hui menolak namun semua berusaha membujuknya untuk menerima Seung yoo dan keluarganya di rumah itu. Ipar seung yoo berjanji akan bekerja dengan baik di tempat itu. Akhirnya Cho hui menyerah. Seok ju tersenyum senang .
Seung yoo minta maaf pada kakaknya, ia berjanji akan mencarikan tempat yang lebih baik. Iparnya malah menanyakan tentang Se ryeong. Tidak ada lagi alasan untuk bertemu dengannya, dan dia bukanlah seseorang yang seharusnya kakak temui. Jawab Seung yoo.


Se ryeong kembali ke istana. Raja dan Ratu sangat bahagia. Mereka kembali membicarakan rencana pernikahannya dengan Sin Myeon yang tertunda. Tiba-tiba Se ryeong mengatakan sesuatu yang sangat mengejutkan. Selama hidupku, aku tidak akan menikahi siapapun, katanya. Ratu terkejut, Sin Myeon juga tetapi Raja tidak menanggapinya dengan serius. Se ryeong memastikan bahwa ia bersungguh-sungguh. Menjadi seorang putri, itu sudah cukup bagiku.


Se ryeong undur diri dari hadapan ayah dan ibunya. Sin Myeon menyusulnya. Kepada Se ryong ia berkata dibandingkan kedudukannya menjadi menantu kerajaan hati Se ryeong lebih penting baginya. Tetapi Se ryeong tetap kukuh dengan pendiriannya, Officer Sin tahu hatiku tidak pernah berubah sejak dulu, katanya.
Sin Myeon: “Aku yang hidup, bagaimana aku bisa dikalahkan oleh seseoran yang sudah meninggal.”
Se ryeong:” Jauh di lubuk hatiku ia selalu hidup. Sin Myeon tak bisa berkata apa-apa lagi.”

Hari itu se ryeong memasuki keputrian, tempat dimana dahulu Putri Kyeong hye tinggal. Ia merasa tak nyaman memasuki tempat itu dan melihat benda-benda mewah dan mahal yang dahulu pernah dimiliki sepupunya. Satu persatu kenangan di tempat itu bersama Putri Kyeong hye muncul. Meskipun ia berpakaian seperti putri, mengenakan pakaian putri dan didandani cantik selayaknya seorang putri, namun Se ryeong sma sekali tidak bahagia. Matanya menatap kosong dan dipenuhi rasa sedih.

Seok ju berkata pada Seung yoo saat di kantor polisi, kepala Polisi itu menanyakan tentang dirinya. Benarkah kau putra Kim Jeong seo? Tanyanya pada Seung yoo.

Lalu kenapa kau tidak melaporkanku? Seung yoo balas bertanya.
Lihat..lihat nada bicaramu…Seok ju mengeluh. Kemudian ia malah mengganti topik pembicaraan dengan Se ryeong. Gadis itu telah mengambil resiko besar untuk menyelamatkan dirimu. Seok ju meminta Seung yoo mendatangi, menghibur bahkan memeluk Se ryeong. Seung yoo ragu sejenak mengingat betapa Se ryeong yang hampir terbunuh karena melindunginya. Namun sesaat berikutnya ia teringat P Sooyang dan kemarahannya semakin membara.


Malam itu ia kembali berkeliaran di jalan. Sasaran berikutnya adalah dua orang yang dahulu membunuh ayahnya. Kedua orang itu baru saja mendapatkan hadiah dan pakaian indah. Di tengah jalan seung yoo menghadang mereka dan menghabisi satu persatu. Seperti biasa sebelum membunuh sasarannya ia menunjukkan wajah aslinya. Kim Seung yoo??? Mereka terkejut melihat wajah seung yoo namun detik berikutnya pedang Seung yoo yang berbicara.

Tiba-tiba gurunya datang. Ia berkata akan sulit bagi Seung yoo jika hanya mengandalkan pedangnya saja untuk bisa meraih P Sooyang. Akhirnya ia mengajak seung yoo bergabung dengannya dan beberapa orang yang berniat memberontak terhadap P Sooyang.

Seung yoo menolak tawaran Guru Lee Gae. Ia merasa sudah tidak bisa lagi mempercayai orang lain karena dirinya telah dihianati oleh sahabatnya sendiri. Meskipun jika Jong berada di pihakku apakah kau tak bisa percaya padaku? Tanya Guru. Seung yoo nampak ragu namun hanya menjawab: Guru jangan meremehkan Sooyang. Lalu ia pun pergi.

Sin Myeon sedag berpatroli dengan bawahannya, Ja Beom. Mereka tengah mempersiapkan prosedur keamanan untuk menyambut kedatangan utusan dari Ming. Tiba-tiba anak buahnya melaporkan tentang adanya dua mayat yang digantung.  Sin Myeon terkejut dan melihat sendiri kedua mayat pengawal P Sooyang yang digantung di pohon. Pesan bertuliskan Dae Ho  juga tergantung di tubuh mayat itu.

Kakak ipar Seung yoo membawakan makanan untuk adiknya itu. Tadi malam aku melihatmu di ruang tamu. Mungkinkah kau adalah Dae Ho? Tanyanya cemas. Seung yoo tidak menyangka kakak iparnya mengetahui itu. Hal ini tidak seharusnya mengganggumu, katanya.

Kakak iparnya berusaha menasehati, ia menggunakan nama ayahnya untuk melakukan pembunuhan. Jika ayah masih hidup apakah ia akan melakukan hal yang sama? dan akhirnya ia berpesan agar Seung yoo berhati-hati.

Se ryeong memasuki ruang belajar, terkenang saat-saat ia bertemu dengan Seung yoo di tempat itu. Tiba-tiba Guru Lee Gae datang. Ia akan menjadi guru bagi Se ryeong. Ia memperkenalkan dirinya.
Hari ini kita akan mempelajari tentang Bakti Seorang Anak, kata guru Lee Gae. Se ryeong teringat buku itu juga pernah dipelajarinya bersama Seung yoo.


Pertama kali aku belajar tentang buku itu, bersama dengan seorang guru muda dengan lipstik di lehernya. Kata Se ryeong mengenang awal pertemuannya dengan Seung yoo.
Aku mengenal seseorang yang seperti itu, jawab guru Lee Gae. Di hari yang sama ia juga menegur Seung yoo tentang bekas lipstik di pipinya.
Se ryeong bertanya seperti apakah seung yoo di mata Guru lee Gae. Guru berkata meskipun ia bertingkah seperti seorang playboy tetapi seung yoo adalah sosok yang luar biasa. Se ryeong menangis mendengar kata-kata Guru Lee Gae.

Raja sangat murka mendengar kabar kemunculan Dae Ho. Apa saja kerja biro kepolisian? Tanyanya berang. Ia memerintahkan untuk membabat habis mereka sampai ke akar-akarnya.

Mantan raja, Danjong, yang kini diturunkan pangkatnya menjadi Pangeran mendengar kabar itu dari Jeong Jong dan Putri Kyeong hye. Dari kakaknya juga Danjong mengetahui bahwa Dae Ho adalalah Kim Seung yoo. Mereka juga memberitahukan tentang rencana menurunkan P Sooyang dari tahta dan mengembalikan kekuasaan terdahulu. Tiba-tiba Raja datang.

Raja melihat mereka berdua. Ia menyampaikan kabar kedatangan utusan dari Ming dan meminta Danjong menghadiri perjamuan.

Di dalam kamarnya, Seung yoo tengah berada dalam kebimbangan. Kata-kata Guru Lee Gae dan iparnya terngiang silih berganti


Beberapa pejabat yang menginginkan turunnya P Sooyang tengah mengadakan rapat membahas tentang kedatangan utusan dari Ming. Mereka berencana menjadikan hari itu sebagai saat bagi mereka untuk melakukan usaha menurunkan P Sooyang dari tahta dan mengembalikan kekuasaan raja terdahulu. Guru Lee Gae dan Jeong Jong ada diantara mereka. Tiba-tiba seseorang memasuki ruangan. Semua memandang kepadanya.


Siapa dia? tanya pemimpin mereka.
Dia adalah putra Kim Jeong seo, Kim Seung yoo, Guru Lee memperkenalkan Seung yoo. Semua terkejut melihat putra Kim Jeong seo ternyata masih hidup. Seung yoo menyampaikan keinginannya untuk bergabung dengan mereka melawan P Sooyang.


Sin Myeon mengetahui Jeong Jong terlibat dalam kelompok yang anti P Sooyang. Ia menemui gurunya dan berusaha mengingatkan gurunya. Ia tahu gurunya sering mengunjungi Jeong Jong. Sebagai murid ia meminta gurunya berhati-hati karena pertemuannya dengan Jeong Jong dapat menimbulkan kesalahpahaman.
Jeong Jong dan P Keum Seong berusaha menggulingkan Yang Mulia dan berencana mengembalikan tahta pada raja terdahulu, kata Sin Myeon.
Yang Mulia? Tanya Guru lee sinis, Kau memanggilnya yang Mulia? Kedengarannya indah sekali. Ia menyindir Sin Myeon.

Se ryeong meminta ijin pada ibunya untuk tinggal sementara di kediaman putri Kyeong hye. Awalnya Ratu menolak namun akhirnya mengijinkan. Disana Se ryeong melihat beberapa pejabat keluar dari kediaman Putri.

Putri sangat senang melihat Seung yoo. Ia masih tak percaya melihat Seung yoo berdiri di hadapannya dalam keadaan hidup setelah kabar kematiannya.
Jika kau terus-menerus melihatnya seperti itu aku bisa cemburu, kata jeong Jong menggoda istrinya. Ia juga mengatakan hal-hal konyol yang membuat Putri cemburu. Seung yoo tersenyum melihat pasangan itu. Senyum untuk pertama kalinya setelah kematian ayahnya. Jeong Jong, Guru Lee dan Putri senang melihatnya. Senang rasanya melihatmu tersenyum lagi, kata Putri.

Pemberontakan sudah dekat. Bagaimana perasaanmu? Tanya Guru Lee pada Seung yoo.
Aku sudah datang sejauh ini semata hanya untuk membunuh Sooyang, jawab Seung yoo. Meskipun harus kubayar dengan nyawaku, aku tidak akan menyesalinya.


Se ryeong ada di dekat mereka, ia mendengar semua perkataan mereka. Tubuhnya bergetar. Semua melihat pada Se ryeong yang berdiri terpaku di depan gerbang. Tiba-tiba Yeo ri berlari memberi tahu kedatangan Sin Myeon. Seung yoo melihat cemas ke arah Seung yoo. Sementara itu Sin Myeon melangkah semakin dekat ke arah mereka...


 Bersambung.....




Tidak ada komentar:

Posting Komentar