Jumat, 11 November 2011

Sinopsis The Princess's Man Eps. 14

 THE PRINCESS'S MAN EPS. 14




Jeong jong seperti melihat Seung yoo, ia tersenyum sendiri. Tidak mungkin itu dia, katanya pada diri sendiri.

Se ryeong berusaha memberontak tapi sia-sia. Seung yoo membungkamnya dan memasukkan tubuhnya ke dalam karung. Ia membawa tubuh Se ryeong dan bertemu dengan salah seorang pegawai di kediaman P Sooyang. Seung yoo langsung membuat pegawai itu tak berkutik.



Acara siap dimulai, mempelai pria tiba di tempat upacara dan memberi hormat paca calon ayah mertua. Tiba waktunya bagi mempelai wanita, tetapi Se ryeong tak kunjung keluar.
Lady Sooyang menjemput putrinya namun ia hanya menemui kamar Se ryeong yang kosong dan berantakan. Ia melapor pada suaminya. Awalnya P Sooyang mengira Se ryeong kabur namun Yeo ri menunjukkan sepatu Se ryeong masih ada. Pegawai yang sempat bertemu dengan Seung yoo datang melapor bahwa ia melihat seorang pria  membawa sesuatu yang mencurigakan di punggungnya. Sin Myeon langsung menyimpulkan. ’Ini penculikan.’ Katanya.
Lady Sooyang lemas jatuh tak berdaya.


Sin Myeon segera mengerahkan anak buahnya dan memerintahkan mereka memblokade semua akses keluar dari kota. Pengawal Keum Seong dan P Sooyang juga beraksi. Para tamu bertanya-tanya apakah gerangan yang telah terjadi? Dengan tenang P Sooyang meminta maaf, ia membatalkan acara hari ini dan mengatakan bahwa putrinya sedang sakit. Ia meminta maaf dengan sopan kepada para hadirin ( termasuk menyindir P Keum Seong dan Jeong jong, secara tidak langsung ia menyatakan bahwa misi mereka gagal )



Sin Myeon berusaha mengejar si penculik bersama para anakbuahnya. Seung yoo membawa gadis itu ke suatu tempat di rumah pelacuran itu. Tempat itu mirip sebuah gudang. Ia mengikat tubuh Se ryeong yang pingsan tak berdaya itu pada sebuah tiang. Ia memandangi Se ryeong tanpa ekspresi. ( Aku benar-benar salut pada Park Si hoo yang membawakan perubahan krakter Seung yoo dari seorang sosok yang ceria menjadi sosok yang putus asa dan nyaris tak punya semangat hidup )
Seok ju dan Nyonya turun bersama dari tangga, Wang No geol menggoda mereka berdua. Nyonya memarahinya dan memukul kepalanya. Seok ju juga. Mereka bergabung di meja makan bersama salah seorang gadis bar muda bernama So Eng ( Wang No geol kelihatannya sangat menyukai gadis ini, tapi So Eng lebih tertarik pada Seung yoo ….. secara laaah, ngga level kalee … hehehe ). Seung yoo bergabung dan bertanya apakah mereka memiliki semacam alat tulis? So Eng mengambilkannya untuk Seung yoo. Seung yoo menulis sebuah surat yang ditujukan pada pangeran Sooyang.
Sin Sook joo menemui Sooyang dan menanyakan apa gerangan yang terjadi. Ia berkata bahwa putranya pasti akan segera menemukan Se ryeong. P Sooyang dan anak buahnya berkumpul mereka mengambil kesimpulan bahwa pelaku penculikan ini pastilah P Keum Seong, namun kelihatannya tidak demikian pendapat P Sooyang.


Di kediamannya, Putri nampak gelisah menantikan kabar. Jeong Jong dan P Keum seong tiba di rumah dan menyampaikan kabar penculikan se ryeong. Mereka tentu saja kecewa misinya gagal. Putri bertanga siapa gerangan pihak yang juga melawan Sooyang selain mereka. Tiba-tiba Jeong jong teringat pertemuannya dengan pria yang mirip seung yoo di kediaman P Sooyang. Tidak mungkin, katanya.
Ada apa? Tanya putri


Jeong jong memberitahunya, “Aku seperti melihat seseorang yang mirip Seung yoo di kediaman P Sooyang” . Putri berpendapat itu tidak mungkin,k “Itu pasti kau gugup sehingga salah mengenali orang.” Jeong jong sependapat. Sin Myeon terus berusaha mengejar penculik itu ke segala penjuru, mereka menemukan jejak yang mencurigakan. Sementara di tempat lain P Sooyang dan anak buahnya sibuk mencari tahu siapa dalang dibalik penculikan Se ryeong. Mereka mencapai satu kesepakatan untuk mengurus P Keum Seong dan memerintahkan penangkapannya.
P  Keum Seong ditangkap di kediaman putri. Jeong jong berusaha menghalanginya tetapi polisi-polisi itu berkata bahwa mereka hanya melaksanakan tugas.
Putri dan Jeong jong menghadap raja.Raja sangat marah mendengar P Sooyang bertindak sesuka hatinya tanpa berkonsultasi dengannya. Jeong jong akhirnya mengakui bahwa P Keum seong merencanakan sesuatu pada P Sooyang. Walaupun terkejut namun raja berkata ia akan tetap melindungi pamannya itu.

Se ryeong mulai sadar dan terkejut mendapati dirinya disebuah tempat asing dalam keadaan terikat. Ia berusaha melepaskan diri sekuat tenaga. Seung yoo tengah membersihkan pedangnya, terngiang kata-kata Se ryeong di kamarnya sebelum ia menculiknya. Aku berharap menjadi bayangannya ( Seung yoo ) dan sebaliknya ia akan menjadi bayanganku.
Seok ju mulai mencurigai gerak-gerik Seung yoo. Se ryeong berhasil melepaskan diri saat mendengar seseorang datang ia berpura-pura tidak sadar, namun di tangannya ia memegang sebuah kayu kecil. Seung yoo masuk dan gadis itu langsung menyerangnya. Dengan mudah Seung yoo mematahkan serangan se ryeong. Betapa terkejutnya gadis itu melihat sosok didepannya. Pria itu menatapnya dingin dan mengikatkan kembali tali-tali di tubuh Se ryong. Se ryeong memandanginya tak percaya. Benarkah itu kau, Guru? Kukira kau sudah tewas bersama kapalyang tenggelam. Mengapa kau tidak memberitahuku bahwa kau masih hidup? Seung yoo tidak menjawab dan ia hanya menatap se ryong dingin.


Kim Seung yoo yang kau kenal…sudah tidak ada lagi di dunia ini.’ Ia menatap Se ryeong dengan tajam lalu mengamati gaun pengantin yang dikenakan Se ryeong.
Pernikahan putri musuh yang telah membunuh ayahku dengan sahabat yang telah menghianatiku.’ Kata Seung yoo sinis.’ Benar-benar pasangan yang sempurna!’
Seung yoo menagih janji Se ryeong di masa lalu ketika gadis itu meminta Seung yoo bertahan hidup dan kembali untuk membunuhnya. Dengan kejamia bertanya apakah Se ryeong bersedia mati di tangannya atau hanya kata-kata di bibir saja. Se ryeong gemetar melihat perubahan sikap Seung yoo.
Guru ….. Se ryeong memanggil Seung yoo. Pria itu menjadi marah dan mencekik leher Se  ryeong dan dengan kejam mencampakkan tubuh Se ryeong yang terikat itu ke lantai. Gadis  itu jatuh terjerembab dengan perasaan sakit. Seok ju diam-diam mengamati perilaku Seung yoo.

Sin Myeon dan anak buahnya sampai di rumah pelacuran itu dan disambut dengan ramah oleh para gadis bar. Ia memerintahkan anak buahnya untuk memeriksa tempat itu. Cho hui, nyonya pemilik rumah pelacuran itu menyambut mereka dengan sikap tenang  sedangkan Wang No geol, pria itu malah gemetar. Seok ju memegang tangannya dan menenangkannya agar tidak mengundang kecurigaan. Seung yoo menyaksikan semua dari lantai atas dan ia pun bersembunyi di ruang penyimpanan arak yang letaknya tersembunyi
di bawah lantai.
Wang No geol bertanya pada Seok ju, siapa yang mereka cari? Seok ju juga tidak tahu. Beberapa pengawal berguman di dekat mereka.’mana mungkin putri P Sooyang berada di tempat seperti ini.’ Kata salah seorang pengawal pada temannya. Seok ju terkejut dan sedikit demi sedikit bisa membaca apa yang tengah terjadi.
Di dalam gudang Se ryeong melihat Sin Myeon, Sin Myeon seperti punya insting khusus pada tempat itu tetapi Wang No geol mengacaukan segalanya, mengecoh para pengawal dan Sin Myeon meninggalkan tempat itu tanpa sempat memeriksa ruangan dimana Se ryeong berada.
Seung yo merasa tempat itu sudah tidak aman dan menyeret Se ryeong keluar ( kelihatannya sih gadis itu rela-rela aja, bahkan ia sama sekali nggak berusaha memanggil Sin Myeon saat tunangannya itu ada di depan gudang ). Seok ju melihat mereka berdua, Seung yoo dan Se ryeong.
Seok ju bertanya, benarkah dia putri p Sooyang? Seung yoo membenarkan. Seok ju marah dan menganggap kelakuan Seung yoo sangat rendah menggunakan wanita yang tak punya kekuatan untuk senjatanya balas dendam pada musuhnya.
Ia menyindir apakah Seung yoo tidak malu pada mendiang ayahnya dan ia telah melakukan cara pembalasan dendam yang menjijikkan.  Mereka saling bersitegang, seung yoo tidak rela Seok ju mengkait-kaitkan hal ini dengan ayahnya. ‘ Pergilah!’ kata Seok ju.’ Jangan membuat keluargaku disini mengalami kesulitan karenamu.’


Se ryeong ditempatkan di sebuah kamar yang lebih baik. Seung yoo memberikannya sebuah baju sederhana dan meminta Se ryeong mengganti bajunya. Se ryeong menolak, Seung yoo kembali berlaku kasar padanya dan bahkan merenggut pakaiannya.
Sesuatu terjatuh, sebuah kantung kecil.
Seung yoo langsung mengenalinya dan membuka dengan paksa. Isinya sepasang cincin tetapi yang satu buah sudah hancur. Se ryeong mengambil satu persatu serpihan cincin yang telah hancur itu dari lantai. Seung yoo sesaat memandanginya dengan iba. Tetapi ia langsung berkata kasar mengapa kau masih juga menyimpan barang yang sudah hancur itu. Se ryeong tidak peduli ia malah bertanya kemarin lusa Seung yoo ada di kuil Seung
bup. Ia berterimakasih Seung yoo masih bersedia mengikutinya dan berterimakasih karena seung yoo masih hidup. Se ryeong berkata kebersamaannya dengan seung yoo adalah hal yang sangat berharga baginya. Seung yoo tidak peduli dan dengan sedih Se ryeong mengganti pakaiannya.


Meski Seung yoo telah berlaku kasar padanya namun Se ryeong masih saja berusaha melindungi seung yoo dari penglihatan Sin Myeon. Seung yoo tetap berlaku kasar bahkan mengikat kedua tangan Se ryeong dengan tali.

Mereka berjalan menyusuri hutan. Se ryeong berjalan terseok dengan tangan terikat. Seung yoo tidak mengacuhkannya sampai gadis itu akhirnya tersandung batu dan terjatuh. Se ryeong berusaha bangkit menahan sakit dan merangkak kepayahan. Akhirnya Seung yoo membantunya dan melepas ikatannya.
Mereka tiba di sebuah gubuk. Seung yoo menyeret Se ryeong masuk. Mereka duduk saling berhadapan.
Se ryeong berusaha menahan sakit. Seung yoo marah melihat ekspresi Se ryeong yang memelas. Dan meminta Se ryeong tidak menunjukkan wajah seperti itu didepannya. Kapan kau akan membunuhku? Tanya Se ryeong. Seung yoo menjawab. Ayahmu menjadikanku sebagai umpan untuk membunuh ayahku, sekarang aku akan menjadikan dirimu umpan untuk membunuh ayahmu. Hati Se ryeong terluka, bagaimanapun di matanya, ayahnya adalah sosok yang baik. Ia bahkan berkata bahwa ayahnya telah menyelamatkan seung yoo dari hukuman mati. Seung yoo berang. Ia menumpahkan semua kemarahannya pada Se ryeong. Se ryeong hanya bisa menangis, dan merasakan betapa dalam penderitaan seung yoo karena ayahnya. Ia memeluk seung yoo. Dibalik kata-kata kejam dan kasar Seung yoo tersimpan penderitaan yang begitu dalam. Se ryeong meminta maaf dan merasa semua ini adalah kesalahannya sehingga membuat seung yoo menderita.


Seung yoo menahan amarahnya dan melempar tubuh se ryeong dan menghunus pedang di  leher gadis itu. Tiba-tiba ia melihat bekas luka di leher Se ryeong, teringat kata-kata Sin Myeon bahwa gadis itu telah mengorbankan diri demi untuk menyelamatkan Seung yoo. Seung yoo melepaskannya dan berlari ke luar. Se ryeong menatap bayangan seung yoo dengan sedih dan membelai bayangan wajah seung yoo, seung yoo melihatnya dari luar.
Di kediaman P Sooyang, semuanya tengah merasakan kecemasan atas kondi Se ryeong. Lady Sooyang, dan kedua adik se ryeong. Lady Sooyang berkata menenangkan mereka. Se ryeong adalah gadis yang sangat tangguh. Ia tak akan kalah dalam kondisi seperti ini,  katanya.


Tiba-tiba sebuah panah melesat. Seung yoo yang melepaskannya. Pengawal melihatnya dan berusaha mengejar tetapi Seung yoo berhasil kabur.
Di dalam suratnya ia meminta p Sooyang datang ke batu besar di dekat air terjun sendiri. Ia tidak boleh membawa pasukan dan jika ia melanggar maka putrinya akan mati di tempat itu. P Sooyang  cs menyusun strategi penyelamatan, ia memutuskan tidak akan membahayakan nyawa putrinya tetapi Sin Myeon bersikeras untuk melakukan penyerangan. P Sooyang memintanya untuk bersabar demi keselamatan se ryeong.


Seung yoo kembali ke gubuk dan memejamkan matanya. Pagi tiba, ia terbangun tetapi tidak menemukan Se ryeong di ruangan itu. Ia mencari kemana-mana tetapi tidak menemukannya. Tiba-tiba se ryeong muncul dengan sebuah bejana berisi air untuk seung yoo. Seungg yo malah menepisnya dan mengikat tangan Se ryeong. Se ryeong marah dan berkata jika ini sebuah balas dendam kumohon sudahi semuanya dengan nyawaku saja. Se ryeong masih berusaha membela ayahnya dan seung yoo mulai habi kesabarannya. Rupanya kau belum juga tahu seperti apa rupa ayahmu yang sebenarnya, katanya geram. Seung yoo mengatakan segalanya pada Se ryeong tentang usaha ayahnya menghabisi nyawanya dengan menenggelamkan kapal.

Se ryeong terkejut mendengarnya. Yang ia tahu seung yoo dibawa ke Pulau Kanghwa untuk dijadikan budak. Ia tak mengira ayahnya sekejam itu. Se ryeong shock berat.
P Sooyang mempersiapkan segalanya untuk menghadapi si penculik bahkan ia mengenakan semacam pakaian baja untuk melindungi tubuhnya. Soong, adik laki-laki Se ryeong ingin ikut tetapi P sooyang melarangnya.
Sin Myeon sudah siap dengan pasukannya. P Sooyang berpesan agar mereka tidak berbuat gegabah. Situasinya sangat berbahaya bagi se ryeong. Ia juga melarang mereka membunuh si penculik tanpa perintah darinya. Sin Myeon berusaha melawan tapi sia-sia. P Sooyang tetap dengan pendiriannya.

Se ryeong masih tidak percaya bahwa ayahnya bisa sekejam itu. Di dekat air terjun Sin Myeon dan anak buahnya siap menyerang. Ia memberikan perintah untuk langsung menembak begitu keadaan membahawakan. Anak buahnya berusaha mengingatkan Sin Myeon pada perintah p Sooyang. Tapi Sin Myeon tidak peduli.
Se ryeong mengingatkan Seung yoo tentang keadaan yang sangat berbahaya untuknya. Ayahnya mungkin saja membawa pasukan. Seung yoo marah dan berkata: akting apa lagi yang tengah kaulakukan sekarang? Asalkan aku bisa membunuh ayahmu dan dirimu aku bahkan tidak peduli dengan kematianku.
Se ryeong mengatakan bahwa masih ada keluarga seung yoo yang hidup. Kakak ipar dan keponakannya masih hidup dan bersembunyi di suatu tempat. Seung yoo mengira Se ryeong berbohong dan mencengkeram bajunya, namun ia bisa membaca kejujuran di mata Se ryeong. Seung yoo yang sudah gelap mata malah membungkam mulut gadis itu kembali.
Ia menutupi wajahnya dan menyeret se ryeong ke batu besar di dekat air terjun. Sin Myeon sangat marah dan siapmenyerang saat melihat mereka berdua. Ia siap menarik pedangnya namun segera diingatkan anak buahnya. Tangan Sin Myeon gemetar memegang pedangnya. Seung yoo dan Se ryong berdiri di atas batu menunggu kedatangan P Sooyang.
Gadis itu tetap berusaha mengingatkan Seung yoo atas bahaya yang mungkin mengincarnya. Seung yoo mengarahkan panahnya pada Se ryeong.


Sin Myeon juga menyiapkan panah untuk ditembakkan pada Seung yoo. Seung yoo menatap se ryeong tajam. Jika ayahmu tidak datang kau akan mati disini.
Se ryeong pasrah dan memejamkan matanya.

Lepaskan putriku yang tidak bersalah itu! Tiba-tiba sebuah suara mengejutkan mereka. P Sooyang telah datang. Sin Myeon mengarahkan panah pada Seung yoo, seung yoo mengarahkan panah pada P Sooyang. Se ryeong berdiri diantara mereka. Ambil nyawaku dan biarkan putriku pergi, kata P Sooyang.


P Sooyang melangkah mendekat, ia melihat keraguan di mata seung yoo. P Sooyang menantangnya dan Seung yoo melepaskan busurnya. Anak panah menancap di perut P Sooyang. Pria itu limbung ( pura-pura kesakitan ). P Sooyang menatap Seung yoo dengan tatapan licik. Tiba-tiba Se ryeong melihat Sin Myeon, sin Myeon melepaskan busurnya. Anak panah melesat ke arah Seung yoo, Se ryeong berlari ke arah seung yoo dan anak panah menancap di punggungnya. Se ryeong roboh.
Seung yoo menahan tubuh Se ryeong yang tersungkur dan  tak percaya dengan apa yang telah terjadi. Semua terkejut. Se ryeong menatap wajah seung yoo dengan kesakitan dan
berusaha meraih wajahnya namun detik berikutnya Se ryeong tak sadarkan diri. Seung yoo terpaku ia kehilangan alam sadarnya untunglah Seok ju dan wang No geol datang dan menarik tubuh seung yoo menjauh. Semua mengalami hal yang sama. Mereka menghambur ke arah Se ryeong yang terkapar tak berdaya dengan panah di punggungnya…


Tidak ada komentar:

Posting Komentar